Langsung ke konten utama

Mengajar dan Mendidik

‘terpujilah engkau wahai bapak ibu guru’ satu lirik dari sebuah lagu yang sudah jarang terdengar di telinga para pelajar sekarang. Hingga lirik terakhirnya yang masih teriang di telinga saya, habis dengerin sebentar tadi ‘engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa’. Penghargaan yang sangat tinggi dan mulia untuk para guru-guru di Indonesia, saya pun merinding mendengarkan lagu tersebut. Semoga lagu diatas bukan hanya sebuah lagu yang tak bermakna.
Bicara soal guru memang tak lepas dan tak bisa dihilangkan dengan dua kata yaitu mengajar dan mendidik. Hal yang selalu menjadi sebuah pertanyaan bagi saya, dan saya lontarkan kepada orang lain. Saat membahas masalah pendidikan pun tidak bisa lepas dari peran guru dan lagi-lagi kembali kepada mengajar dan mendidik. Mendidik dan mengajar merupakan dua kata yang berbeda. Mendidik merupakan cara untuk mendidik pribadi untuk menjadi lebih baik ataupun buruk berdasarkan didikannya. Mengajar ialah memberikan pelajaran, dan tentunya pelajaran yang baik.Mengajar, em harus dibilang dalam dunia sekolah cara mengajar. Bagaimana para bapak dan guru ini mengajar. Masuk kelas, buka buku, jelaskan inti materi atau langsung diberikan tugas tanpa penjelasan lebih lanjut, setelah jam pelajaran selesai, guru keluar kelas. Atau guru masuk kelas, menyapa para murid, mengajak belajar hal baru, diberi tugas terlebih dahulu, setelah itu diberikan penjelasan materi. 2 kondisi yang berbeda mau pilih yang mana ? pasti kita pernah merasakan dua kondisi tersebut di bangku sekolah. Mengajar hanya meberikan pengajaran jadi jika materi telah tersampaikan maka tugas guru itu sudah tersampaikan.Berbeda halnya dengan mendidik, ini dapat kita temukan di taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, dan jenjang sekolah dasar. Adik saya kelas satu SD, pada awal masuk sekolah dia tidak mau untuk menulis, membaca, jarang mengerjakan PR dirumah. Apa kata guru kelasnya dengan kondisi tersebut ? beliau berkata ‘ sudah dibiarkan saja, nanti pasti mau kok kalo kita keras pada anak maka anak itu juga akan keras pada kita, pelan pelan kalo kita halus anak juga akan segan sama kita’. Mendidik kawan, perjuangan berat berada pada guru PAUD, TK dan SD ini masa perkembangan. Saya sangat menghargai guru-guru di semua tingkatan tetapi saya memberikan apresiasi tinggi terhadap guru di tataran pendidikan dasar. Lihat ungkapan diatas itu cara mendidik, bagaimana seorang guru dengan sabar memberikan didikan dengan halus untuk anak didik di sekolah dasar. Ini yang jarang kita temui di SMP, SMA, mendidik pelajar-pelajar pada masa transisi SMP dan SMA ini penting mereka diambang masa transisi, masa perkembangan.Dunia sekolah merupakan dunia kedua setelah dunia keluarga maka pembentukan karakter itu banyak terjadi juga di lingkungan sekolah. Sekarang bukan nilai UN yang tinggi yang menjadi kebanggaan dengan kualitas pelajar yang sangat rendah. Saya tidak menyalahkan pelajar-pelajar di Indonesia. Tetapi pendidikan lah yang menjadi tolak ukur dari suatu bangsa, anak muda harapan bangsa itu dididik dan diberi pelajaran disekolah. Maraknya tawuran pelajar, hal-hal yang kurang sopan dimana control dari guru, apakah ini cara sekolah, pendidikan dan para guru untuk mengajar dan mendidik ? atau mengajar saja ? kalau hanya belajar saja mungkin tugas mulia guru sudah tersampaikan, tapi apakah sudah para guru ini menjadi pendidik ?Menggabungkan antara pengajar dan pendidik, ini yang harus kita soroti. Guru sekarang bukan hanya mengajar tetapi mendidik sangat dianjurkan sekali. Tingkat kesejahteraan guru ditingkatkan tetapi jika output yang dikeluarkan pada sekolah itu nihil, untuk apa semua itu dikerjakan. Mengajar dan mendidik ini yang harus dimiliki para guru dan calon guru.Semoga lagu diatas tidak hanya dinyanyikan saat hari guru nasional 25 November. Bapak dan ibu guru kalian merupakan tombak bagi para pelajar di seluruh negeri ini, sekolah formal ataupun non formal. Tugas yang sangat mulia ada pada diri bapak dan ibu guru sekalian, maka dari itu lakukan tugas dan baktimu untuk Indonesia yang lebih baik, dan lebih baik.Jangan lupa dengan jasa guru, kita bisa sukses, terjun ke masyarakat, menjadi seperti sekarang ini, semua adalah karena guru. Kembali bukan hanya mengajar sekarang tetapi juga mendidik. Cerdaskanlah bangsa Indonesia ini, selamat hari guru nasional, semua baktimu dan pengabdianmu semoga menjadi amalan yang tidak putus. Amiin JTerimakasih untuk semua guru J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

Eksotisme Pulau Di Utara Jepara -1

Gugusan kepulauan di utara Kabupaten Jepara ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. Keindahan bawah laut dan alamnya memikat sebagian wisatawan untuk singgah dan berlibur di Pulau Karimunjawa. Ya, Karimunjawa. Sudah begitu akrab di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Mungkin belum sepopuler Bali ataupun Lombok. Namun Karimunjawa tak kalah dengan dua destinasi wisata tersebut. Sekarang Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menggalakkan destinasi baru untuk wisata di Indonesia. Tidak melulu Bali dan Lombok. Sumatera Barat, Aceh dan Gorontalo menjadi salah satu rujukan yang sedang digarap oleh Kemenpar. Sama halnya dengan Karimunjawa. Terus berbenah menjadi destinasi wisata andalan di Jawa Tengah. Potensi alam yang dimiliki tidak kalah dengan Bunaken. Terumbu karang dan biota laut yang ada di Karimunjawa masih terjaga. Bukan hanya itu, keramahan warga lokal Karimunjawa   menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Biro pe...