Langsung ke konten utama

dari kosong menjadi satu

Sebuah misteri tentang kehidupan yang tak pernah bisa diprediksi oleh manusia. Sebuah catatan usang yang seharusnya dapat dijadikan sebuah referensi dan sebuah pemikiran dari setiap tindakan. Sebuah torehan jejak perjalanan yang seharusnya dapat dijadikan motivasi untuk menjadi lebih baik dan berusaha mengembangkan potensi diri.  Yah hanya sebuah ungkapan perasaan yang dapat tergambar di jumat pagi ini. Bercengkrama dan berdiskusi bersama kawan itu tak ada habisnya, ada saja yang kita bahas, mulai dari awal kita mengenal satu sama lain, mulai bergerak, menyatukan visi, mempunyai cerita dan perjuangan masing-masing. Ini sebuah cerita, sekali lagi sebuah cerita dan pengalaman yang kami alami. Ini sebuah hal yang tidak akan kami lupakan. Tak henti-hentinya jari ini ingin menuliskan semua cerita dari kawan-kawan dan saya pribadi. Ini baru segelintir dari cerita kami.
Ada 2 musim di Indonesia, kemarau dan penghujan, ada malam dan ada siang, ada wanita ada laki laki. Ada senang dan ada duka. Begitu lah perjalanan kami selama hampir  5 tahun bergelut dengan dunia pelajar, bergelut dengan realita dan kondisi yang sudah lama tak kunjung menunjukkan perubahan. Walaupun perubahan itu tetap ada dan akan selalu terpikirkan di benak kita. Awal mula yang tidak begitu mulus pun saya sendiri alami, dengan dasar yang belum cukup kuat, dengan pengetahuan yang kurang. Jaman memang sudah berbeda 5 tahun yang lalu berbeda dengan sekarang. Kemajuan ilmu teknologi yang mendorong terciptanya situasi yang serba cepat dan instan. Siapa yang tahu 2 orang yang duduk di belakang, bermain-main dengan mobil-mobilan ‘ang eng ang eng’ dihampiri oleh 2 orang yang cukup mumpuni dan berkarakter. Saya saat itu duduk terpaku di masjid dan bertanya, ‘apakah saya juga diikutkan dalam kepemimpinan tersebut ?’ yah saya hanya tersenyum pada diri sendiri dan meyakinkan diri bahwa saya juga diikutkan dalam kepimimpinan tersebut. Dan memang kami termasuk di dalam anggota kepengurusan tersebut. Ada rasa bangga dan tidak percaya tetapi tanggung jawab yang datang menghampiri kita.
Keling salah satu kecamatan di Jepara, kecamatan pertama yang kami singgahi pertama kali dan menjadi fasiltator untuk pertama kali. Hampir 60 km mungkin lebih dari kecamatan nalumsari. Sebuah pembelajaran yang kita lakukan bersama. Ingat kawan ? aku ingin pulang pada hari kedua kegiatan tersebut tetapi kalian meyakinkan saya untuk bertahan. Satu pengalaman pertama di SMP Muhammadiyah Kelet, Keling.
Ada satu hal yang saya lewatkan dari periode tersebut, pra acara sebelum musyda mei 2009. Saya hanya berperan dibalik layar, membuat perijinan, proposal kegiatan dan saya lakukan yang saya bisa. Saya melewatkan pawai ta’aruf yang begitu meriah. Ada satu teman saya yang rela membolos untuk mensukseskan acara ini. Satu hari yang padat pada hari sabtu itu, pertama kali kegiatan kita disorot dan dipampang di media massa. Satu sorotan yang membanggakan. Hingga terpilih seorang yang cukup mumpuni menjadi sosok pemimpin bagi kami. Tapi itu tak bertahan lama, beliau tiba-tiba menghilang dan tak tahu dimana jejaknya. Kami berjalan tanpa seorang pemimpin, dengan wajah-wajah baru. Ramadhan 2010 terjadi perubahan struktur kepengurusan dimana saya waktu itu ditunjuk dan ditetapkan sebagai pengganti pimpinan yang terpilih sebelumnya. Lambat laun kami berjalan dan saya akui waktu itu saya ada sedikit konflik dengan batin saya sendiri. Sehingga mengakibatkan kepengurusan tersebut agak amburadul dan tanpa tujuan jelas. Satu teman saya harus bolak-balik solo minimal 2 kali seminggu, untuk mengejar cita-cita dan impiannya. Satu momen yang kawan-kawan ingat, muktamar 17 yogyakarta sebelumnya kita ditatar terlebih dahulu oleh yang empunya muhammadiyah di jepara, suasana yang mencekam, dan ngeri.  Waktu terus berjalan di periode kami, masih belum memiliki tujuan yang jelas dalam benak saya waktu itu kita bisa survive dengan keadaan yang ada sekarang. Terus berjalan dan terus berjalan, kami bersama memantapkan diri untuk menjadi lebih baik. Walaupun kegiatan yang kita lakukan tidak mengundang decak kagum dari bapak-bapak ataupun ibu, mas dan mbakyu kami tetap istiqomah mempertahankan ikatan ini. Waktu terus berjalan hingga sampai pada bulan juni tanggal 12 tahun 2011 kita mengadakan musyawarah daerah. Disini banyak sosok baru bermunculan, ada yang pernah mengumpat kepada saya tapi lewat perantara orang lain, ada orang yang saya anggap terlalu tua ternyata beliau terpilih dan mempunyai kontribusi aktif, ada pula muka-muka lama seperti saya, biangnya pengkaderan dengan anteknya, dedengkotnya organisasi yang mencoba menjadi psikolog. Yang suka buat surat-menyurat yang sekarang sibuk dengan bahasa orang asing, dan tak lupa berandal yang buat kami kewalahan. Sebuah periode yang menjanjikan di kala itu, optimis dan yakin, semangat begitu berkobar banyak wacana ini dan itu. Iya menjadikan lebih baik dan sebagai saksi bisu adalah SMP Muhammadiyah Kalinyamatan. Semangat yang berkobar menjadikan kami semangat dalam bergerak 2 tahun kedepan, mengaktifkan ranting desa maupun sekolah dan cabang di Jepara. Pembuatan buku panduan fortasi pertama dan ini selalu menjadi agenda rutin kita, masih ada satu dus buku ditempat saya, pembuatan KTA. Perjuangan dari calon psikolog dan tukang gambar desain kelak, wara-wiri untuk motret semua murid sekolah muhammadiyah. Ini gebrakan pertama kita saudara-saudaraku, banyak kritik dari berbagai pihak. Kajian ilmu falak, siapa sangka di periode ini kita memiliki seorang ahli falak, fisika dan astronomi dijadikan satu kesatuan yang sangat nyata dan dapat dibuktikan secara teoritis. Sambutan hangat dari semua sekolah dan peserta saat itu. Kebersamaan kami jalin dan tingkatkan di kala itu. Sempat berhenti sejenak, hingga oktober 2011 sebelum milad muhammadiyah ke 102. Kami mengadakan seminar pendidikan karakter untuk seluruh sekolah di jepara, lakon kali ini adalah peternak bebek yang insyaAllah akan sukses dengan telur bebeknya. Mencari database sekolah, menghubungi pembicara, mengantarkan surat ke seluruh sekolah di jepara, mencari dana dia lakukan dengan ikhlas tanpa pamrih untuk mensukseskan acara ini. Ekspektasi yang sungguh baik dari peserta, kegiatan iini harus ada follow up nya, tetapi kita tidak memiliki tujuan disaat itu, tidak berpikir kedepan. Hanya untuk sebuah formalitas agar kita dapat mengadakan acara.
Di periode ini kami selama setahun ditunjuk untuk memberikan pendampingan kepada murid SMP Muhammadiyah Keling. Berlatar belakang pendidikan karakter kami setiap satu bulan sekali memberikan pengarahan dan pendampingan terhadap kader-kader muda ini. Memang tak banyak personil yang bisa datang untuk memberikan arahan setiap bulannya. Tetapi yang terpenting adik-adik bisa nyaman dan senang dengan kehadiran kami. Jarak pun tidak menjadi hambatan yang berarti, aktivitas pun ditunda dulu untuk kegiatan ini. Yang kami harapkan pada saat itu adalah menciptakan kader yang siap untuk masa mendatang.
Kita mengalami banyak konflik di periode ini, konflik secara personal terutama. Konflik yang terus menggerus kekompakan kami. Tetapi Alhamdulillah semua ini terselesaikan dengan saling memaafkan dan memahami satu sama lain. Tidak ada manusia yang sempurna dan tak luput dari dosa. Saling legowo dan membuka diri masing-masing. Kita mandek beberapa saat hingga kami sibuk dengan aktivitas masing masing.
Muktamar ke 18 palembang, berandal yang berangkat dengan menumpang bus nu3tara. Ini juga perjuangan bagaimana dia bisa beradapatasi dengan lingkungan baru, dengan orang lain. ada peran dimana kita saling bagi tugas tanpa ada yang mengkoordinasi, yang mencari dana, mengantarkan ke terminal, sebagai jembatan penyampaian tiket dan uang saku. Semuanya tanpa komunikasi terlebih dahulu dan akhirnya berandal ini sampai di Palembang. Dengan cacian dan makian dari pimpinan diatas kami, saya anggap sebagai sebuah bumbu dari setiap kehidupan. Tetap jalani jangan menyerah, Allah yang akan membukakan jalan bagi hambanya. Percaya itu.
Sebetulnya masih banyak cerita kami dan dari teman-teman kami yang belum terekspos atau belum kita ketahui. Intinya setiap proses ini harus kita jalani, nikmati proses ini. Ada salah seorang teman saya berpesan jangan mengeluh karena mengeluh akan mengurangi rasa nikmatNya, maka bersyukurlah dengan keadaan sekarang niscaya nikmat ini akan ditambah dan terus ditambah. Setiap usaha dan perjuangan itu tidak ada yang sia-sia, semua butuh proses. Semua itu menguatkan kita agar lebih baik dan naik tingkat ke tahap selanjutnya. Masih banyak cerita yang belum saya tuliskan disini. Salam pencerahan J

Sebuah persembahan kecil di jumat pagi J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

Eksotisme Pulau Di Utara Jepara -1

Gugusan kepulauan di utara Kabupaten Jepara ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. Keindahan bawah laut dan alamnya memikat sebagian wisatawan untuk singgah dan berlibur di Pulau Karimunjawa. Ya, Karimunjawa. Sudah begitu akrab di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Mungkin belum sepopuler Bali ataupun Lombok. Namun Karimunjawa tak kalah dengan dua destinasi wisata tersebut. Sekarang Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menggalakkan destinasi baru untuk wisata di Indonesia. Tidak melulu Bali dan Lombok. Sumatera Barat, Aceh dan Gorontalo menjadi salah satu rujukan yang sedang digarap oleh Kemenpar. Sama halnya dengan Karimunjawa. Terus berbenah menjadi destinasi wisata andalan di Jawa Tengah. Potensi alam yang dimiliki tidak kalah dengan Bunaken. Terumbu karang dan biota laut yang ada di Karimunjawa masih terjaga. Bukan hanya itu, keramahan warga lokal Karimunjawa   menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Biro pe...