‘Pegang tanganku erat, percayalah kau akan baik-baik saja’
begitulah kata seorang sahabat kepada seorang temannya yang sedang takut. Ada satu
lirik lagu yang mungkin hampir sama dengan ungkapan diatas ‘berjalanlah walau
tertatih kawan hadapi dunia dengan senyuman, disini ku ada untukmu genggam
tangan, kita bersenang –senang’. Dua buah ungkapan yang tertuju pada sebuah
kata yaitu kepercayaan.
Kawan, pernahkah engkau merasakan
hal ini ? posisimu sekarang adalah seorang pemimpin dan suatu ketika organisasi
yang kamu pimpin akan mengadakan sebuah acara. Kamu sudah membentuk kepanitiaan
dan tujuan yang sangat rinci. Tugas-tugasnya pun sudah sangat jelas. Pada waktu
diadakan forum bersama membahas kegiatan yang akan dilakukan ternyata kamu
hanya memberikan sedikit porsi untuk anggota dan kepanitiaan yang lain. Dan
yang lainnya kamu pegang sendiri, seakan kamu mampu mengerjakannya sendiri. Padahal
orang-orang disekitarmu sangat ingin sekali menerima tugas-tugas itu. Kamu belum
begitu percaya dengan mereka, sehingga kamu mengerjakan hal itu sendirian. Coba
direnungkan, itu hanya sebuah contoh, mungkin bisa dihadapkan dengan kondisi
yang intinya tidak mempercayai orang lain.
Ada dua hal yang kita cermati
dari kondisi tersebut bagaimana seorang pemimpin tersebut dapat mengerjakan
sendiri tugas-tugasnya, dan satu sisi belum memberi kepercayaan terhadap
anggotanya untuk bergerak. Em, hal diatas ada pada seorang pribadi, ya mungkin
bisa terjadi pada seorang pemimpin. Saya mempunyai pengalaman terhadap hal yang
saya utarakan diatas, dimana saya belum begitu mempercayai anggota-anggota
saya. Dan ini berimbas banyak terhadap keberlangsungan kedepannya, organisasi
itu bergerak kedepan tidak kebelakang. Tetapi organisasi itu melihat hal dan
peristiwa sebelumnya untuk referensi dan acuan. Ini kawan yang menjadi masalah
di kepengurusan selanjutnya, yaitu imbas dari kepercayaan yang kurang, membuat
anggota menjadi kurang diperhatikan dan kurang dianggap didalam sebuah wadah
tersebut. Setelah anggota merasa seperti itu hal yang pasti terjadi adalah
mereka menghindar. Mungkin analisis saya ini kurang tepat tapi ini saya alami
sendiri. Dengan kejadian tidak percayanya seorang pemimpin tersebut, maka roda
kepengurusan yang akan datang menjadi sedikit amburadul. Kenapa amburadul ? yang
menggantikan kepengurusan adalang anggota yang dipimpinnya saat ini dan anggota
belum dipersiapkan dengan baik karena kurang percayanya seorang pemimpin kepada
anggotanya. Ini dampak dari ketidakpercayaan.
Sebuah contoh yang saya urai
singkat berdasarkan analisis pribadi. Dalam sebuah komunitaspun saya sering
menemukan hal-hal seperti ini. Kurang memberi kepercayaan kepada generasi muda
sehingga para pemuda dan pemudi ini mencari lading yang subur yang mempercayai
mereka dan menjadikan merasa serasa dianggap disana. Kawan, sebuah kepercayaan
itu memang tak mudah untuk dibentuk. Tetapi jika kita memberikan kepercayaan
kepada orang lain, insyaAllah orang yang kita beri kepercayaan itu pasti
menjaga kepercayaan tersebut. Dan mereka tetap berada pada satu rel dengan
kita. Hanya karena kita memberi kepercayaan kepada mereka.
Tetapi kadang kepercayaan ini
dapat disalahgunakan, ini yang harus dijaga dan dibentuk dari pribadi
masing-masing. Setelah mendapat sebuah kepercayaan maka akan ada sebuah sugesti
tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut. Banyak contok menyalahgunakan
kepercayaan yang terekspos di media massa saat ini. Contoh nyata korupsi, saya
salut pada semua koruptor di negeri ini. Kedudukan yang tinggi yang diperoleh,
otomatis memberi banyak kepercayaan bagi beliau-beliau tersebut. Semakin tinggi
kepercayaan maka semakin tinggi pula tanggung jawab yang akan diembannya. Apakah
para koruptor pernah memikirkan tentang kepercayaan yang diberikan kepada
mereka ya ? . ah mungkin mereka sudah mementingkan kepentingan pribadinya. Imbasnya
sama seperti yang saya ungkapkan diatas kirisis kepercayaan akan terjadi
tehadap beliau-beliau ini.
Kurang percayanya pemimpin
terhadap anggotanya akan mengakibatkan anggota yang mulai hilang dan merasa
tidak dibutuhkan keberadaannya. Penyalahgunaan kepercayaan juga akan berimbas
pada paradigma bahwa orang yang diberi kepercayaan malah mengkhianatinya.
Mengutip sebuah hadis bahwa ciri
orang munafik salah satunya adalah “Dipercaya, mengkhianati”. Maka dari itu
jaga lah sebuah kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita, ingat mereka
memberi sebuah tanggung jawab kepada kita. Kepada semua pemimpin, berilah
kepercayaan kepada anggota-anggota anda, niscaya mereka akan merasa nyaman dan
merasa mampun menjaga kepercayaan tersebut. Tapi ingat selalu jangan sampai
kita menyalahgunakan kepercayaan tersebut, jika kita menyalahgunakan nya maka
kita termasuk orang yang tidak terpuji begitu kata adik saya yang baru duduk di
kelas 1 Sekolah Dasar.
Salam pencerahan, jaga
kepercayaan ^^
Komentar
Posting Komentar