Langsung ke konten utama

Kepercayaan

‘Pegang tanganku erat, percayalah kau akan baik-baik saja’ begitulah kata seorang sahabat kepada seorang temannya yang sedang takut. Ada satu lirik lagu yang mungkin hampir sama dengan ungkapan diatas ‘berjalanlah walau tertatih kawan hadapi dunia dengan senyuman, disini ku ada untukmu genggam tangan, kita bersenang –senang’. Dua buah ungkapan yang tertuju pada sebuah kata yaitu kepercayaan.
Kawan, pernahkah engkau merasakan hal ini ? posisimu sekarang adalah seorang pemimpin dan suatu ketika organisasi yang kamu pimpin akan mengadakan sebuah acara. Kamu sudah membentuk kepanitiaan dan tujuan yang sangat rinci. Tugas-tugasnya pun sudah sangat jelas. Pada waktu diadakan forum bersama membahas kegiatan yang akan dilakukan ternyata kamu hanya memberikan sedikit porsi untuk anggota dan kepanitiaan yang lain. Dan yang lainnya kamu pegang sendiri, seakan kamu mampu mengerjakannya sendiri. Padahal orang-orang disekitarmu sangat ingin sekali menerima tugas-tugas itu. Kamu belum begitu percaya dengan mereka, sehingga kamu mengerjakan hal itu sendirian. Coba direnungkan, itu hanya sebuah contoh, mungkin bisa dihadapkan dengan kondisi yang intinya tidak mempercayai orang lain.
Ada dua hal yang kita cermati dari kondisi tersebut bagaimana seorang pemimpin tersebut dapat mengerjakan sendiri tugas-tugasnya, dan satu sisi belum memberi kepercayaan terhadap anggotanya untuk bergerak. Em, hal diatas ada pada seorang pribadi, ya mungkin bisa terjadi pada seorang pemimpin. Saya mempunyai pengalaman terhadap hal yang saya utarakan diatas, dimana saya belum begitu mempercayai anggota-anggota saya. Dan ini berimbas banyak terhadap keberlangsungan kedepannya, organisasi itu bergerak kedepan tidak kebelakang. Tetapi organisasi itu melihat hal dan peristiwa sebelumnya untuk referensi dan acuan. Ini kawan yang menjadi masalah di kepengurusan selanjutnya, yaitu imbas dari kepercayaan yang kurang, membuat anggota menjadi kurang diperhatikan dan kurang dianggap didalam sebuah wadah tersebut. Setelah anggota merasa seperti itu hal yang pasti terjadi adalah mereka menghindar. Mungkin analisis saya ini kurang tepat tapi ini saya alami sendiri. Dengan kejadian tidak percayanya seorang pemimpin tersebut, maka roda kepengurusan yang akan datang menjadi sedikit amburadul. Kenapa amburadul ? yang menggantikan kepengurusan adalang anggota yang dipimpinnya saat ini dan anggota belum dipersiapkan dengan baik karena kurang percayanya seorang pemimpin kepada anggotanya. Ini dampak dari ketidakpercayaan.
Sebuah contoh yang saya urai singkat berdasarkan analisis pribadi. Dalam sebuah komunitaspun saya sering menemukan hal-hal seperti ini. Kurang memberi kepercayaan kepada generasi muda sehingga para pemuda dan pemudi ini mencari lading yang subur yang mempercayai mereka dan menjadikan merasa serasa dianggap disana. Kawan, sebuah kepercayaan itu memang tak mudah untuk dibentuk. Tetapi jika kita memberikan kepercayaan kepada orang lain, insyaAllah orang yang kita beri kepercayaan itu pasti menjaga kepercayaan tersebut. Dan mereka tetap berada pada satu rel dengan kita. Hanya karena kita memberi kepercayaan kepada mereka.
Tetapi kadang kepercayaan ini dapat disalahgunakan, ini yang harus dijaga dan dibentuk dari pribadi masing-masing. Setelah mendapat sebuah kepercayaan maka akan ada sebuah sugesti tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan tersebut. Banyak contok menyalahgunakan kepercayaan yang terekspos di media massa saat ini. Contoh nyata korupsi, saya salut pada semua koruptor di negeri ini. Kedudukan yang tinggi yang diperoleh, otomatis memberi banyak kepercayaan bagi beliau-beliau tersebut. Semakin tinggi kepercayaan maka semakin tinggi pula tanggung jawab yang akan diembannya. Apakah para koruptor pernah memikirkan tentang kepercayaan yang diberikan kepada mereka ya ? . ah mungkin mereka sudah mementingkan kepentingan pribadinya. Imbasnya sama seperti yang saya ungkapkan diatas kirisis kepercayaan akan terjadi tehadap beliau-beliau ini.
Kurang percayanya pemimpin terhadap anggotanya akan mengakibatkan anggota yang mulai hilang dan merasa tidak dibutuhkan keberadaannya. Penyalahgunaan kepercayaan juga akan berimbas pada paradigma bahwa orang yang diberi kepercayaan malah mengkhianatinya.
Mengutip sebuah hadis bahwa ciri orang munafik salah satunya adalah “Dipercaya, mengkhianati”. Maka dari itu jaga lah sebuah kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita, ingat mereka memberi sebuah tanggung jawab kepada kita. Kepada semua pemimpin, berilah kepercayaan kepada anggota-anggota anda, niscaya mereka akan merasa nyaman dan merasa mampun menjaga kepercayaan tersebut. Tapi ingat selalu jangan sampai kita menyalahgunakan kepercayaan tersebut, jika kita menyalahgunakan nya maka kita termasuk orang yang tidak terpuji begitu kata adik saya yang baru duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.

Salam pencerahan, jaga kepercayaan ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

tulisan akhir januari 2013

Ini tulisan sudah hampir satu tahun, tapi baru diunggah akhir tahun 2013. Buat informasi dan pembelajaran saja deh hehe. mungkin kondisinya sudah berbeda dengan kondisi pada waktu januari 2013. Sebetulnya tugasnya kurcaci kecil hehehe, selamat membaca... KEPULAUAN SAMPAH Manusia tak hanya berinteraksi dengan manusia melainkan juga dengan lingkungan sekitar manusia itu tinggal. Lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan non fisik ialah lingkungan yang berisi tentang dinamika masyarakat, dimana interaksi sosial masyarakat, konflik dan yang berhubungan dengan keadaan dimana interaksi sosial antar individu terjadi. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang dapat kita amati dan kita lihat di sekeliling kita, lingkungan fisik ini juga tidak lepas dari peran manusia dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berbagai macam problematika yang dialami dalam suatu daerah ataupun wilayah semuanya terpusat pada individu dan juga lingkungan mereka. Lingkungan yang n...