Langsung ke konten utama

Belajar dari Wedang Jahe


Setiap manusia memiliki cita rasa masing-masing. Sama halnya dengan wedang jahe. Ada wedang jahe yang digeprek, ada yang dibakar, ada yang direbus dan ada pula yang dipotong-potong. Ini menyesuaikan selera. Jika sesuai selera pas jadinya ada kata ‘Thek’. Pas lebih tepatnya.
Wedang jahe tujuannya adalah untuk menghangatkan tubuh di kala cuaca dingin. Selain juga bisa digunakan sebagai penangkal sebelum meriang dan flu. Ini saya tidak tahu ilmiah atau tidak tapi saat badan terasa meriang panas dingin setelah minum wedang jahe badan kembali fit. Mungkin sugesti haha. Ini intinya menghangatkan. Wedang jahe bagaimanapun bentuknya tetap menghangatkan. Terlepas dari wedang jahe, jahe juga digunakan dalam bumbu masakan ini juga menghangatkan kita makanan tersebut kita santap.
Bentuk jahe ini unik dan bermacam-macam. Jenisnya juga bermacam-macam. Intinya untuk menghangatkan dan berkhasiat bagi stamina dan imunitas tubuh. Bagaimanapun bentuknya. Kembali ke wedang jahe. Memang tidak sepopuler kopi. Karena banyak kedai kopi yang berkeliaran dan belum pulang. Loh apa maksudnya hehe.  Yak, di era Millenial ini memang ngopi menjadi salah satu trik bersosialisa dan bertukar gagasan. Ini sudah terjadi belasan dan puluhan tahun lalu.
Meski tidak seterkenal kopi, wedang jahe mendapatkan tempat tersendiri bagi para penikmatnya. Juga dikolabarosikan. Kopi jahe, jahe susu, teh jahe dan lain-lain. Senin malam lalu, saya ditemani wedang jahe bercengkrama dengan kawan lama. Ya, wedang jahe. Suasanapun rasanya menjadi hangat ketika ada jahe disitu. Dengan karakter orang yang berbeda-beda tapi bisa menghangatkan suasana. Ketika suasana menjadi hangat akan berdampak pada lawan bicara kita.
Percaya atau tidak, diskusi wedang jahe ini juga dilakukan oleh para elit politik dan akademisi. Namun dikemas dengan nama yang berbeda. Politik meja makan. Ini istilahnya yang pas. Ketika di meja makan kita bisa menghangatkan suasana. Karena saat makan kita mengetahui karakter orang tersebut. Ini juga menjadi celah bagi masing-masing individu untuk mengambil hati dan mempengaruhi pikiran. Tak jarang klien ataupun rekan bisnis bisa deal dan oke usai makan dan minum bersama. Politik Wedang Jahe ini memang ciamik.
Ya, saya lebih suka belajar dari wedang jahe. Karena lebih menghangatkan dan memberi rasa nyaman dengan lawan bicara. Meski dengan bentuk dan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan selera yang berbeda-beda pula. Jika ingin project ataupun proposalnya deal maka wedang jahe ini perlu dicoba sesekali waktu. Mungkin bisa berhasil. Hehe
Salam Telo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

tulisan akhir januari 2013

Ini tulisan sudah hampir satu tahun, tapi baru diunggah akhir tahun 2013. Buat informasi dan pembelajaran saja deh hehe. mungkin kondisinya sudah berbeda dengan kondisi pada waktu januari 2013. Sebetulnya tugasnya kurcaci kecil hehehe, selamat membaca... KEPULAUAN SAMPAH Manusia tak hanya berinteraksi dengan manusia melainkan juga dengan lingkungan sekitar manusia itu tinggal. Lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan non fisik ialah lingkungan yang berisi tentang dinamika masyarakat, dimana interaksi sosial masyarakat, konflik dan yang berhubungan dengan keadaan dimana interaksi sosial antar individu terjadi. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang dapat kita amati dan kita lihat di sekeliling kita, lingkungan fisik ini juga tidak lepas dari peran manusia dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berbagai macam problematika yang dialami dalam suatu daerah ataupun wilayah semuanya terpusat pada individu dan juga lingkungan mereka. Lingkungan yang n...