Langsung ke konten utama

Eksotisme Pulau Di Utara Jepara -1

Gugusan kepulauan di utara Kabupaten Jepara ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. Keindahan bawah laut dan alamnya memikat sebagian wisatawan untuk singgah dan berlibur di Pulau Karimunjawa.
Ya, Karimunjawa. Sudah begitu akrab di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Mungkin belum sepopuler Bali ataupun Lombok. Namun Karimunjawa tak kalah dengan dua destinasi wisata tersebut. Sekarang Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menggalakkan destinasi baru untuk wisata di Indonesia. Tidak melulu Bali dan Lombok. Sumatera Barat, Aceh dan Gorontalo menjadi salah satu rujukan yang sedang digarap oleh Kemenpar.
Sama halnya dengan Karimunjawa. Terus berbenah menjadi destinasi wisata andalan di Jawa Tengah. Potensi alam yang dimiliki tidak kalah dengan Bunaken. Terumbu karang dan biota laut yang ada di Karimunjawa masih terjaga. Bukan hanya itu, keramahan warga lokal Karimunjawa  menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Biro perjalanan banyak yang menawarkan paket wisata ke Karimunjawa. Hal ini melihat antusiasme dari masyarakat yang menginginkan liburan di tempat yang berbeda dan belum pernah dikunjungi. Meski sebagian besar wisatawan yang sudah pernah datang ke Karimunjawa akan datang lagi ke kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Jepara ini.
Transportasi menuju Karimunjawa bisa menggunakan kapal ataupun pesawat. Namun saat ini yang mampu menampung kapasitas cukup besar adalah kapal laut. Ada kapal ferry Siginjai dan kapal cepat Ekspress Bahari. Kapal ferry Siginjai menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Dermaga Pantai Kartini Jepara. Sedangkan kapal Ekspress Bahari menempuh waktu sekitar dua jam dari Dermaga Pantai Kartini Jepara.
Sedangkan untuk pesawat terbang menggunakan pesawat perintis dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Juanda Surabaya. Pesawat tersebut mampu menampung 10 penumpang. Pesawat itu akan mendarat di Bandara Dewandaru Karimunjawa.
Untuk kali ini, saya menceritakan menggunakan kapal cepat Ekspress Bahari. Kebanyakan biro perjalanan menggunakan kapal cepat Ekspress Bahari sebagai moda transportasi menuju Karimunjawa. Hal itu dikarenakan waktu tempuh yang cukup cepat, Kapal Ekspress Bahari memiliki kapasitas angkut sekitar 450 penumpang. Terbagi menjadi dek eksekutif dan VIP. Harga tiket untuk kapal cepat Ekspress Bahari yakni 150 ribu untuk kelas eksekutif dan 175 ribu untuk kelas VIP.
Kala itu, saya berangkat dari Dermaga Pantai Kartini Jepara pada Jumat (30/9) lalu. Dari rumah saya menggunakan sepeda motor menuju Dermaga Pantai Kartini Jepara. Sesampainya di dermaga, sepeda motor dititipkan terlebih dahulu di tempat penitipan yang disediakan oleh dinas terkait. Penitipan tersebut terletak di sebelah utara dermaga. Dengan tarif 20 ribu. Bagi yang menggunakan mobil pun bisa dititipkan di area dermaga.
Masih pukul 08.00. Namun suasana riuh sudah tampak di dermaga. Loket penjualan tiket pun sudah mulai membuka loket sejak pukul 07.00. Wisatawan lokal dan asing tumpah ruah di dermaga. Agen perjalanan wisata pun membagikan tiket kapal bagi para wisatawan yang dibawanya. Ada yang berangkat sendiri dengan mengenakan carrier. Ada yang berpasangan. Ada pula yang rombongan satu bus. Saya menjumpai dua pasangan yang baru saja menikah. Keduanya pun saya kenal. Pasangan pertama yakni Bambang beserta istrinya. Bambang ini adalah teman SMP dulu, dia juga teman sebangku saya selama dua tahun.
Satunya adalah Mas Jalal. Mas Jalal adalah pelatih Tapak Suci dan pengajar di MTs Muhammadiyah Kudus. Mas Jalal juga pergi bersama dengan istrinya. Agak takjub juga sebetulnya. Namun ini menandakan Karimunjawa menjadi destinasi wisata bagi pasangan yang sedang berbulan madu.
Pukul 08.45, saatnya memasuki kapal. Sebelumnya akan dicek oleh petugas. Selain itu bagi wisatawan lokal harus membayar retribusi masuk Pulau Karimunjawa sebesar 5 ribu. Sedangkan wisatawan asing dikenakan 25 ribu. Ada yang menarik, kebanyakan wisatawan asing yang datang ke Karimunjawa sebelumnya sudah berlibur di Jogjakarta. Kata matur nuwun pun sempat terucap dari salah seorang wisataran Austria. “Matur Suwun Mas,” kata Andrew.
Andrew datang bersama dengan ketiga temannya. Memang sengaja berlibur ke Indonesia untuk melepas penat. Sebelumnya dirinya sudah pernah ke Bali. Dirinya penasaran dan ingin datang ke Karimunjawa. “Indonesia is beautiful,” ucapnya sembari memberikan jempol.
Memasuki kapal Ekspress Bahari yang dikelola oleh swasta ini agak terombang-ambing karena deburan ombak yang menghantam kapal. Interiornya cukup bagus. Kursi yang digunakan pun empuk. Ada beberapa televisi yang digunakan sebagai  hiburan bagi para penumpang. Untuk menaruh tas, penumpang harus meletakkannya di sudut paling belakang kursi terakhir atau di depan tempat duduk paling depan.
Kapalpun bergerak mundur mencari posisi berputar untuk menuju Karimunjawa. Rintik hujan mulai menerpa laut. Kapal pun melaju pelan. Belum dalam kecepatan maksimal. Begitu melewati Pulau Panjang, kapal Ekspress Bahari semakin cepat. Saat perjalanan untuk menghibur penumpang. Awak kapal memutar film action. Film yang berdurasi 95 menit tersebut cukup menghibur dan membuat perjalanan serasa cepat. Meskipun saat perjalanan diguyur oleh hujan.
Pukul 10.45, Pulau Karimunjawa pun terlihat dari kejauhan. Jajaran perbukitan yang hijau menunjukkan daratan Pulau Karimunjawa. Para penumpang sudah tidak sabar. Mereka mengambil tas masing-masing. Sudah berdiri di dekat pintu. Meski masih cukup jauh. Sekitar 10 menit mereka berdiri. Kapalpun bersandar di Dermaga Karimunjawa. Gerimis turun di Karimunjawa.
Keluar dari kapal, sudah banyak guide lokal dan beberapa mobil jemputan yang sudah berjajar rapi. Ini menjadi hal rutin saat weekend datang. Ini rejeki bagi masyarakat lokal. Penjemputan menggunakan mobil di dermaga ini termasuk harga paket yang ditawarkan biro. Mobil jemputan ini mengantarkan wisatawan ke hotel, cottage¸ wisma dan homestay yang ada di Karimunjawa. Saat pulang pun mereka akan dijemput dari penginapan menuju dermaga. Biayanya sekali jalan 50 ribu.
Saya tidak menggunakan mobil antar jemput. Karena saya sudah janjian dengan Mas Jafar. Mas Jafar ini adalah penduduk lokal yang juga guide lokal Karimunjawa. Namun Mas Jafar tidak dapat menjemput di dermaga karena masih berada di Kemujan. Kemujan adalah salah satu desa di Karimunjawa. Akhirnya pun saya diantar oleh penduduk lokal ke rumah Mas Jafar. Tidak kenal siapa yang mengantarkan, tapi rasanya ini adalah kearifan lokal Karimunjawa. Ramah dan santun kepada tamu yang berkunjung ke Karimunjawa.
Sekitar pukul 11.30, saya pun sampai di kediaman Mas Jafar. Rumahnya sederhana. Di rumah itu saya bertemu dengan istri Mas Jafar, Mbak Lady. Tidak berselang lama, saya pun diantar menuju homestay yang tidak begitu jauh dari rumah Mas Jafar. Homestay yang saya tempati terdapat empat kamar. Dua kamar dengan kamar mandi dalam dan dua kamar kamar mandi luar. Untuk harga homestay kamar mandi luar 90 ribu. Sedangkan kamar mandi dalam 125 ribu.
Homestay yang saya tempati cukup nyaman. Dengan kamar sebesar 3x2 meter dengan kipas angin sudah cukup untuk melepas penat. Satu kamar homestay ini biasanya diperuntukkan untuk dua orang. 
Sekitar pukul 11.45, saya pun bersama warga lokal menuju Masjid Baitul Muttaqin Karimunjawa. Masih gerimis. Berjalan kaki kita menuju masjid. Pusat keramaian di Karimunjawa memang dipsusatkan di sekitar dermaga. Kantor kecamatan, SMP, SMK, Puskesmas, dan Masjid menunjukkan jantung Karimunjawa. Sepeda motor tidak sebanyak di daerah Jepara. Jalannya pun tidak begitu luas. Namun mampu untuk simpangan mobil.
Usai melakukan sholat Jumat. Saya pun bertemu dengan Mas Jafar. Dirinya pun menawarkan untuk mengikuti tour laut setengah hari. Spot snorkeling yang pertama kali saya kunjungi adalah dekat dengan Pulau Menjangan Kecil.
Hampir satu setengah jam melakukan snorkeling. Hal ini yang menjadi daya tarik wisatawan. Bisa melihat keindahan bawah laut. Harta karun tersembunyi di Laut Jawa. Berenang bersama dengan ikan. Tour guide lokal pun sudah siap dengan kameranya dan mengabadikan foto di bawah laut.
Perjalanan sore itu diakhiri di Pulau Menjangan Kecil. Di pulau yang memiliki cottage ini ada beberapa spot yang bisa digunakan untuk berfoto. Ada pula spot untuk melihat sunset. Ada dua ayunan di pantai yang digunakan untuk berayun atau sekedar mengabadikan foto. Sekitar pukul 17.00 kita kembali ke Pulau Karimunjawa.
Dari Dermaga menuju homestay, saya berjalan kaki. Saya melewati kantor pelabuhan dermaga Pulau Karimunjawa, Kantor Kecamatan Karimunjawa, alun-alun Karimunjawa, dan Puskesmas Karimunjawa. Saat melintas pun, melempar senyum dan terlihat ramah.
Malam pun tiba. Mas Jafar mengajak saya ke alun-alun Karimunjawa. Sudah cukup ramai. Kala itu pukul 20.00. Saat weekend memang menjadi berkah tersendiri bagi para warga lokal. Ada yang berjulanan bakso, sate ayam, mie tek tek, nasi goreng, kerang, dan ikan bakar. Kebanyakan wisatawan makan malam dengan ikan bakar.
Ikan bakar yang dijajakan pun bervariasi. Harganya juga terjangaku berdasarkan besar kecilnya ikan. Mulai dari 25 ribu. Alun-alun Karimunjawa biasanya ramai hingga pukul 22.00. Selepas itu suasana Karimunjawa sudah mulai sepi. Karena kebanyakan wisatawan memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Esok paginya masih ada tour laut seharian full untuki menjelajah Karimunjawa. (*)


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

tulisan akhir januari 2013

Ini tulisan sudah hampir satu tahun, tapi baru diunggah akhir tahun 2013. Buat informasi dan pembelajaran saja deh hehe. mungkin kondisinya sudah berbeda dengan kondisi pada waktu januari 2013. Sebetulnya tugasnya kurcaci kecil hehehe, selamat membaca... KEPULAUAN SAMPAH Manusia tak hanya berinteraksi dengan manusia melainkan juga dengan lingkungan sekitar manusia itu tinggal. Lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan non fisik ialah lingkungan yang berisi tentang dinamika masyarakat, dimana interaksi sosial masyarakat, konflik dan yang berhubungan dengan keadaan dimana interaksi sosial antar individu terjadi. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang dapat kita amati dan kita lihat di sekeliling kita, lingkungan fisik ini juga tidak lepas dari peran manusia dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berbagai macam problematika yang dialami dalam suatu daerah ataupun wilayah semuanya terpusat pada individu dan juga lingkungan mereka. Lingkungan yang n...