Langsung ke konten utama

MANIFESTO GERAKAN INTELEKTUAL PROFETIK


Fitrah manusia yang dilahirkan sebagai makhluk sosial merupakan hal yang perlu dicermati dan ditelaah lebih luas. Perkembangan ilmu pengetahuan yang menyebabkan banyak pemikir-pemikir menemukan berbagai cabang ilmu yang dikorelasikan dengan kehidupan yang sedang berlangsung. Menganut dari beberpa paham yang telah ada seperti dari Emile Durkheim, Max Weber, dan Karl Marx. Dinamika sosial yang begitu cepat berubah-ubah menjadikan setiap manusia harus memiliki satu integritas dan kepiawaian dalam merumuskan suatu alat untuk gerakan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan gerakan yang terdiri dari kaum intelektual-intelektual. Manifesto Gerakan Intelektual Profetik, merupakan sebuah gerakan yang harus kita cermati kata per kata terlebih dahulu. Yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah pertama, persoalan yang berkaitan dengan pemaknaaan kata dan istilah profetis yang sering kali dipandang seolah selalu identik dan paralel dengan kata dan istilah nabi atau kenabian. Kedua, persoalan pemaknaan gerakan Muhammadiyah yang lahir tahun 1912 dalam kandungan gagasan besar mujtahid Kiai Ahamad Dahlan.
Manifesto sebuah kata yang cukup gagah bagi siapa yang menyebutkannya pun akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda jika tidak mengerti maksudnya. Manifesto dapat kita artikan sebagai bentuk pencitraan, keratifitas ataupun sebuah ekspresi dari sebuah hal. Gerakan filantropi yang dimulai oleh Kiai Ahmad Dahlan dengan kedermawanannya melalui “sekularisasi” praktik zakat, infak, sedekah, ibadah sosial seperti fitrah dan kurban. Gerakan yang berbasis pada bidang sosial ini merupakan hal yang tak terjamah saat ini. Banyak ladang dalam ranah sosial jika kita mau untuk sedikit melihat keluar. Konsep yang dilaksanakan oleh Kiai Ahmad Dahlan merupakan konsep yang sekuler tetapi menyentuh elemen sosial.
Prof. Dr. Kuntowijiyo menyatakan “Tabligh yang sekarang tampak sebagai perbuatan yang biasa, pada waktu itu (tahun 1912) adalah perbuatan luar biasa”. Ini menyebabkan implikasai pada jaman tersebut. Termasuk pada konsep ketuhanan dan sosial kemasyarakatan Gerakan IMM seharusnya lebih bergerak kearah sosial tanpa melepaskan sisi intelektual yang telah terbentuk dan menjadi cap bagi kaum mahasiswa. Sebagaimana kita ketahui bahwa IMM mempunyai segitiga trilogy yaitu membaca, menulis, dan diskusi. Trilogi ini yang selanjutnya diharapkan tumbuh kader yang humanis, intelektual, dan religius.
Apa yang sesungguhnya ingin diharapkan dari gerakan profetik ini, gerakan profetik ataupun siafat kenabian sangatlah luas sekali jadi kita perlu batasan untuk membatasi hal ini. Kata profetik ini jika dipakai sehari-hari akan menimbulkan persepsi seolah-olah berperilaku nabi. Dalam bidang apa kita harus berperilaku seperti Nabi ? ini memerlukan batasan sehingga Prof. Dr. Kuntowijoyo menggabungkan dua kata ini ‘Intelektual Profetik’. Jadi siapa yang memiliki ke-profetik-an tersebut ? sudah jelas intelektual lah yang memiliki perilaku tersebut. Tentunya dalam bidang intelektual dalam hal ini dapat dikatakan lingkup mahasiswa. Diharapkan gerkan intelektual profetik ini menyentuh elemen akademisi dan intelektual agar berperilaku dan bersikap seperti nabi. Penekanan yang ingin disampaikan disini adalah sisi hubungan sosial kemasyarakatan, nilai-nilai sosial. Diharapkan intelektual-intelektual yang mengaku memiliki jiwa moderat, teknokrat masih melihat lingkungan yang ada  disekitarnya. Lingkup sosial yang telah menjadi lahan kosong bagi kita untuk berdakwah.
Gerakan keagamaan profetis dapat diartikan dalam dua makna. Makna pertama, ialah gerakan atau sikap atas kecenderungan pelemahan pemihakan lembaga keagamaan pada kelas akar rumput atau kelompok yang menderita elite gerakan keagamaan mulai berkolaborasi dengan penguasa. Kedua, ialah basis makna kenabian bagi gerakan kemanusiaan sebagai wujud dari ajaran dan tradisi dari sunah nabi sebagai suara kenabian yang lebih otentik keyika memihak kaum dhuafa sebagai sebuah gerakan kemanusiaan (humanis). Faktanya acap kali gerakan keagaamaan (islam) disatu sisi lebih tertarik melakukan gerakan perlawanan terhadap dominasi bangsa-bangsa maju tetapi disisi lain melupakan nasib kaum tertindas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

tulisan akhir januari 2013

Ini tulisan sudah hampir satu tahun, tapi baru diunggah akhir tahun 2013. Buat informasi dan pembelajaran saja deh hehe. mungkin kondisinya sudah berbeda dengan kondisi pada waktu januari 2013. Sebetulnya tugasnya kurcaci kecil hehehe, selamat membaca... KEPULAUAN SAMPAH Manusia tak hanya berinteraksi dengan manusia melainkan juga dengan lingkungan sekitar manusia itu tinggal. Lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan non fisik ialah lingkungan yang berisi tentang dinamika masyarakat, dimana interaksi sosial masyarakat, konflik dan yang berhubungan dengan keadaan dimana interaksi sosial antar individu terjadi. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang dapat kita amati dan kita lihat di sekeliling kita, lingkungan fisik ini juga tidak lepas dari peran manusia dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berbagai macam problematika yang dialami dalam suatu daerah ataupun wilayah semuanya terpusat pada individu dan juga lingkungan mereka. Lingkungan yang n...