Langsung ke konten utama

Cerdas atau Kurang Cerdas


Udah lama ngga nulis di blog tercinta. Kangen juga rasanya walau yang baca ga ada, tapi tetep seneng aja. Banyak yang ingin kutulis sebenarnya, kemarin ada banyak banget peristiwa. Kayaknya blog ini kurang update..hehe, dari  ancang-ancang pemerintah akan menaikkan bahan bakar minyak hingga dibawa ke meja paripurna begitu hebohnya para anggota dewan, ekpektasi masyarakat mulai dari kalangan teman-teman buruh hingga teman-teman intelektual mahasiswa. Demo dimana-mana, banyak aksi yang direncanakan sebelum tanggal 1 April. Desas-desus akan naiknya harga BBM ini tidak menjadi hal yang luar biasa bagi rakyat. Sedikit kita perlu melihat sudut pandang rakyat di Indonesia ini. Kita mulai buka hati, buka mata, buka pikiran. Kita jangan melihat dari satu sudut yang kita anggap benar dan itulah yang terbenar, perlu kita semua ketahui bahwa semua anggapan yang kita anggap benar belum tentu benar. Mengapa demikian, pasti menimbulkan pertanyaan bagi sebagian manusia Indonesia ataupun hampir seluruhnya.  Sebagai generasi muda yang melihat hal yang terjadi saat akhir bulan maret kemarin sesungguhnya menjadikan pribadi ini agak geli dan ingin tertawa. Kenapa bisa tertawa padahal wakil rakyat sedang memutar otak menyelamatkan perekonomian Indonesia. Pimpinan Negara pun sekarang sering muncul di televisi beliau curhat kepada rakyat. Beliau mengungkapkan bahwa menaikkan harga minyak ini merupakan hal yang sulit diambil bagi kepala Negara manapun.
Kepala daerah pun ikut beraksi turun ke jalan berkoar-koar, dari mulai politisi partai oposisi hingga artis senior yang mengaku pro rakyat pun ikut turun ke jalan menyuarakan suara rrakyat. Ini bentuk demokrasi yang sebenarnya setiap warga Negara berhak mengemukakan pendapatnya tanpa adanya diskriminasi. Sikap yang dilakukan oleh kepala daerah ini menunjukkan hal yang berseberangan dengan pemerintah, ancaman dari Mendagri pun tidak digubris dipecatpun telah siap. Inilah sikap para pemimpin daerah yang pro rakyat. Hanya beberapa kepala daerah yang berpikir seperti demikian.
Disini saya akan menceritakan  bagaimana sikap masyarakat di tataran paling bawah yaitu rakyat. Sebelum jauh mengupas hal diatas, kita perlu ingat kata DEMOKRASI (“dari rakyat dan untuk rakyat”). Rakyat tidak memperdulikan atas sikap pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak, mereka seolah sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Begitulah sikap masyarakat sebetulnya, banyak golongan yang berkoar-koar bahwa ini membebani rakyat, ini hanya kepentingan satu golongan, ini adalah salah satu taktik partai politik untuk maju pada pemilu 2014, ini adalah ajang pengembalian nama baik salah satu partai penguasa. Mungkin hanya beberapa rakyat Indonesia yang memikirkan tentang keberadaan alasan tersebut. Ditambah lagi alasan yang sungguh tidak realistis kenapa para petinggi tersebut membandingkan harga bahan bakar minyak Indonesia dengan Negara sekecil Singapura, Malaysia, Thailand, Filipiina, Bolivia, Brasil dan banyak Negara di seluruh belahan dunia tersebut.  Apa dasar konkret yang menyebabkan mereka membandingkan hal tersebut? Negara kita luas banyak pulau hampir sebagian adalah kepulauan. Tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun berbeda.
Kendaraan bermotor di Indonesia begitu bejibun, dulu waktu saya masih SD alat telekomunikasi seperti handphone merupakan barang mewah tetapi sekarang telah menjadi kebutuhan setiap manusia. Begitu pula kendaraan bermotir berbagai merk, tipe menjamur dari kota hingga desa. Fenomena yang saya lihat adalah kendaraan bermotor telah menjadi tolak ukur manusia Indonesia. Begitu konsumtifnya Negara kita ini. Sampai kapan kita seperti ini, dalih yang mereka tunjukkan adalah lebih cepat dengan kendaraan pribadi. Sayapun menggunakan sepeda motor untuk aktifitas sehari-hari tapi saya menyadari bahwa saya tidak selamanya akan menggunakan transportasi tersebut. Jika transportasi public yang ditawarkan pemerintah memuaskan, nyaman mka masyarakt pula akan menggunakan tranportasi public, begitu pula saya. Hehehe.
Pengalihan ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil menuju bahan bakar gas merupakan tindakan frontal. Sekarang kita sudah bisa memilah-milah apalagi untuk alat konversi ke gas itu tidak barang yang murah mengapa kita harus susah payah membeli, memasang dan menggunakan alat tersebut. Padahal masih ada bahan bakar yang terjangkau kantong masyarakat. Perlu kesadaran ? apakah masyakat Indonesia tidak sadar, ataukah tidur selama ini. Kalau saya pribadi menulis masyarakat Indonesia tidur, tidak sadar berarti termasuk saya juga sampai kepala Negara pun ikut didalamnya. Untuk apa Indonesia merdeka, setiap tahun ada upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, detik–detiknya pula tidak lupa dilaksanakan. Ini hanyalah sebuah formalitas dan agenda rutin tanpa tahu maknanya. Sebetulnya kita belum sepenuhnya merdeka. Kita terjajah oleh Negara kita sendiri. Begitu melimpahnya sumber daya mineral ini dari sabang hingga merauke dari pulau miangas hingga pulau rote banyak sekali hasil tambang yang dapat dimanfaatkan.
Sumber daya mineral yang melimpah ini yang menyebabkan bangsa kita menjadi salah satu buruan para investor-investor asing. Minyak mentah yang dihasilkan perut bumi Indonesia masih mengandung banyak unsur sulfur dan sampai sekarang kita tidak memiliki alat pemisah itu, jadi minyak yang dibeli oleh pertamina adalah minyak milik kita yang awalnya berbentuk crude oil yang  mengandung banyak sulfur. Kita telah dibodohi oleh kebijakan yang kita buat sendiri.
APBN Negara kita dengan hutang negara kita adalah sepertiga nya, hutang kita melimpah ruah. Setiap tahun kita mendapat dana talangan dari bank dunia untuk melaksanakan penyelenggaraan bernegara. Ancaman yang sungguh menakutkan datang dari bank dunia bahwa hubungan yang telah terjalin lama tersebut akan terputus jika kita tidak menerima tawaran hutang tersebut. Begitu ironis Negara kita masalah kemakmuran rakyat kita masih nol besar apalagi yang lainnya.
Dengan keputusan paripurna yang akan menaikkan harga BBM sewaktu-waktu ini membuat masyarakat hanya pasrah menerima keputusan tersebut. Pemberitaan di media massa yang sangat gempar sampai ke telinga para rakyat yang berada di daerah. Hal yang sangat biasa pun saya rasakan. Hal ini hanya akan menjadi pembicaraan para penguasa. Dan rakyat tetap menjalani kehidupan ini tanpa adanya beban, karena mereka berpikir bahwa itu adalah urusan penguasa dan mereka hanya bisa menjalankan kebijakan yang diajukan oleh pemerintah. Alternatif yang diberikan pemerintah pun sangat diluar akal orang–orang yang berpendidikan tinggi. BALSEM (Bantuan Langsung Sementara) ini adalah pembodohan masyarakat  bukan memberikan kail tetapi memberikan ikan, hal yang sekali cepat habis. Inilah kurang cerdasnya pemerintah kita. Pemerintah kita saat ini belum bisa berkaca atas kejadian lampau. Hanya satu kata yang terlontar dari mulut saya saat mendengar kebijakan ini yaitu “Pemerintah Kurang CERDAS”.
Sedikit bercerita tentang keteladanan Nabi Muhammad Saw, disaat dihadapkan pada posisi seperti ini. Suatu ketika datang seorang yang miskin kepada beliau, seorang miskin berkata “ Ya Rasullulah bantulah saya dan keluarga saya 3 hari kami belum makan anak istri saya perlu makan ya Rasulullah”. Rasul menjawab,” baiklah akan kubantu kau”. Diberikan nya beberapa keping uang kepada seorang miskin tersebut. ”Terima Ya Rasulullah. Kata seorang miskin. Hari berikutnya seoang miskin itu datang kembali kepada Rasulullah, seorang miskin tersebut berkata bahwa uang yang diberikan Rasulullah kemarin tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya hari ini. Rasulullah memberikan hal yang sama saat pertama kali seorang miskin datang kepada beliau. Ketiga kalinya seorang miskin datang kepada Rasulullah, seorang miskin berkata sama seperti sebelumnya kepada Rasulullah. Rasulullah memberi sebilah kapak kepada seorang miskin tersebut. Setelah itu seorang miskin itu pulang, keesokan harinya seorang miskin tersebut kembali mendatangi Rasulullah dan seorang miskin itu mengatakan hal sama seperti sebelumnya, Rasulullah memberikan seutas tali kepada seorang miskin tersebut. Dan berkata lah seorang miskin tersebut “ kami tidak memerlukan kapak dan seutas tali untuk makan yang kami butuhkan adalah makanan untuk makan hari ini”. Rasulullah berkata” wahai saudaraku kulihat tubuhmu sehat, engkau masih muda, engkau tak punya kelainan fisik, aku memberikan kapak dan seutas tali ini untuk bekal kau mencari kayu bakar dibalik gunung sana, setelah kau dapatkan kayu bakar tersebut engkau dapat menjualnya, dan uangnya dapat kau pergunakan untuk mencukupi kebutuhan keluargamu. Jika dibalik gunung itu tak kau dapatkan maka itu adalah kehendak Allah”.
Nah saudaraku sekalian kita dapat mencontoh dari peristiwa tersebut, ini hal sederhana tetapi dampaknya luar biasa. Kenaikan harga minyak dunia yang berpengaruh pada harga bahan bakar kita adalah sebuah pembelajaran bagi kita generasi muda untuk bersiap mengambil alih semua sistem yang telah amburadul. Kita benahi dari sedikit dan dari jalan masing masing. Semua yang terasa kecil seungguhnya adalah titik untuk menjadi besar.
Salam BBM….      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Datang Superhero Rajin

Terakhir menulis di blog September lalu. Tulisannya tentang salah seorang suporter Persija yang meninggal. Cukup lama tidak menulis. Sebuah tantangan tersendiri untuk bisa produktif menulis. Sebetulnya ada waktu namun memang malas saja. Berkawan dengan kemalasan lama kelamaan tidak membuat hidup produktif, melainkan semakin tidak berkembang. Benar ini. Saya sudah mengalaminya. Karena sudah mengalami berkawan dengan kemalasan, saya pun berusaha berkawan dengan lawan dari malas. Ya, rajin. Seperti mendukung salah satu tim sepak bola. Jadi kita dihadapkan pada pilihan tim A atau tim B. Itupun kalau salah satu tim merupakan tim yang kita sukai. Kalau tidak kita hanya menjadi penonton saja dan menikmati jalannya pertandingan. Tanpa mendukung salah satu tim. Kondisi tersebut dapat dikorelasikan dengan malas, rajin dan menjadi penonton kemalasan dan ‘kerajinan’. Untuk kerajinan sengaja diberi tanda kutip. Jika tidak ada tanda kutip jadinya kerajinan berupa barang hahaha. Tulisan ini t...

10 Maret 2012

SUDUT BALIK INDONESIA Oleh : Ilham Jabbar Prabowo Roda pemerintah di Indonesia telah berganti dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Banyak perubahan yang telah terjadi baik pada pemerintahan pertama hingga sekarang. Bagaimana cara pemimpin menjalankan roda pemerintahan pun sangat berbeda-beda, dapat kita cermati dari pemimpin pertama hingga pemimpin keenam. Negara kita karena menganut sistem presidensill maka kepala pemerintahan kita disebut presiden, jadi untuk kali ini pemimpin akan disebut presiden. Era perjuangan yang diusung sangat berbeda, dapat kita lihat bagaimana para kakek dan nenek kita jika bercerita tentang perjuangan pada jaman mereka kita dapat terenyuh dan serasa berada dalam jaman yang mereka telah lalui. Ada namanya romusa, tanam paksa, kerja rodi, pakaian karung goni, dan lain sebagainya, hal ini merupakan sisa-sisa sejarah yang masih bisa terungkapkan sebelum adanya nama Presiden. Bagaimana para kaum muda pada saat penjajah berjuang, dari kalangan bangsawan, ka...

tulisan akhir januari 2013

Ini tulisan sudah hampir satu tahun, tapi baru diunggah akhir tahun 2013. Buat informasi dan pembelajaran saja deh hehe. mungkin kondisinya sudah berbeda dengan kondisi pada waktu januari 2013. Sebetulnya tugasnya kurcaci kecil hehehe, selamat membaca... KEPULAUAN SAMPAH Manusia tak hanya berinteraksi dengan manusia melainkan juga dengan lingkungan sekitar manusia itu tinggal. Lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik. Lingkungan non fisik ialah lingkungan yang berisi tentang dinamika masyarakat, dimana interaksi sosial masyarakat, konflik dan yang berhubungan dengan keadaan dimana interaksi sosial antar individu terjadi. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang dapat kita amati dan kita lihat di sekeliling kita, lingkungan fisik ini juga tidak lepas dari peran manusia dan masyarakat yang ada disekitarnya. Berbagai macam problematika yang dialami dalam suatu daerah ataupun wilayah semuanya terpusat pada individu dan juga lingkungan mereka. Lingkungan yang n...